5 Tips Membangun Kepercayaan Konsumen
No Trust, No Sales*
Tanpa kepercayaan, tidak akan ada penjualan
Tanpa kepercayaan. .
Mau sebanyak apapun database Anda
Semenarik apapun penawaran Anda
Sebesar apapun diskon Anda
Sehebat apapun teknik jualan Anda itu semua PERCUMA. Ya, percuma.
Sebelum transaksi, calon pembeli lebih dulu HARUS menaruh Trust kepada penjualnya.
Jadi tugas Anda pertama-tama bukan mengutak-ngatik strategi penjualan, tapi membangun Trust.
Paham? :D
Nah, Setelah membaca kalimat2 diatas, mungkin terlintas di pikiran Anda, *"Jadi bagaimana ya caranya membangun Trust?"*
Jika itu yg Anda bingungkan, Anda beruntung.
Karena Saya akan memberikan 5 tips yg terbukti menghasilkan dan telah Saya gunakan utk membangun Trust ke calon pembeli :D

1. KEBERMANFAATAN YANG KONSISTEN
Pernah gak jualan tapi dicuekin isi kontaknya? :p
Suka atau tidak suka
Orang tidak akan peduli dg Anda, sampai Anda bermanfaat utk mereka.
Ya, jika selama ini Anda hanya jualan TANPA pernah memberikan sesuatu yg bermanfaat kepada prospek Anda jangan heran jika saat promosi Anda dicueki.
Karena itu, sebelum jualan berikanlah sesuatu dulu. Give2 dulu.
Sharing sesuatu yg bermanfaat. Berikan sample gratis, jawab semua pertanyaan calon pembeli Anda
Intinya BERIKAN apapun yg bermanfaat utk mereka.
Dan berikan itu secara KONSISTEN, terus menerus
Ada hukum timbal balik.
Semakin SERING Anda memberi dan semakin besar manfaat Anda, maka semakin besar Trust yg akan Anda terima.

Calon pembeli adalah calon teman Anda.
Bagaimana kita memperlakukan orang lain, seperti itulah kita akan diperlakukan.
Banyak penjual memandang pembeli hanya sebagai "Kantong Uang".
Jika sudah seperti itu, ya pantas dagangannya gak laku2.
Ubah sudut pandangnya.
Perlakukan pembeli seperti kita memperlakukan teman kita.
Kuncinya adalah *INTERAKSI*.
Memberi sesuatu yg bermanfaat, tidak akan terlalu berguna jika tidak dibarengi dengan interaksi.
Berinteraksilah dg calon pembeli.
Sapa mereka, hubungi mereka, puji mereka, ngbrol dg mereka, dan sejenisnya
Semakin sering interaksi, semakin dekat dengan transaksi.
Prinsipnya, kenalan dulu, berteman, baru jualan.
Kalau closing Anda dapat uang, gak closing Anda dapat kenalan.
Siapa tahu kenalan Anda malah mereferensikan produk Anda ke teman2nya. :)

Pacing artinya Menyamakan
Maksudnya adalah segala tindakan yg tujuannya adalah membuat orang lain nyaman dg Anda, kemudian percaya.
Jika jualan offline ketika calon pembeli Anda berdiri Anda jualannya berdiri jangan duduk (menyamakan)
Jika dlm online, tunjukan Anda paham masalah mereka, Tunjukan empati, bercerita, bertanya, cari kesamaan Anda dg calon prospek.

4. BERIKAN BUKTI
Ya, berikan bukti bukan janji (hehe, kayak pemilu aja)
Orang akan menaruh kepercayaan jika produk yg Anda jual memiliki testimoni.
Tunjukan screenshot testimoni.
"Kalau gak punya?"
Kalau gak punya, gunakan bukti yg lain.
Misal spesifik pengguna produk Anda.
Contoh : sebuah produk sudah digunakan 2371 orang
Harus spesifik, sebut jumlah detailnya.
Semakin detail, semakin orang percaya.
Jangan sebut ratusan, ribuan, itu jumlahnya ambigu gak jelas, hehe.
Semakin banyak penggunanya, semakin meningkatkan Trust.
"Nah, kalau penggunanya sedikit?"
Kalau penggunanya sedikit, pakai bukti yg lain.
Tunjukan detail produknya, berikan gambar produk dg detail.
Kalau produknya bukan fisik tapi produk digital, berikan reviewnya.
"Kalau produknya Pre Order?"
Kalau produknya Pre Order berikan Garansi, apa yg Anda bisa berikan. Intinya untuk membuat Calon pembeli Trust

Orang akan langsung melakukan transaksi dg orang yg dianggap AHLI atau dianggap memiliki wibawa atau kuasa.
Itulah kenapa, jika suatu produk dipromosikan oleh Pejabat, Artis, Social Seleb, itu akan laku.
Ini karena calon pembeli sudah menaruh Trust dg mereka.
Nah, dibawah itu agar orang Trust, Anda harus terlihat Ahli.
Contohnya : Jika produk yg Anda jual adalah produk kesehatan, maka minimal Anda harus tahu tips kesehatan, dan membagikannya.
Anda harus melek dg produk yg Anda jual.
Harus seberapa Ahli-kah Anda?
Sangat Ahli itu bagus, tapi kalau memang gak bisa ya gausah dipaksa, yg penting Anda jangan terlihat "gak tahu".
Pelajari detail produknya, dan bicaralah hanya sesuatu yg Anda tahu :)
Oke, sampai sini ada pertanyaan?
Jika ada Saya sangat senang utk menjawabnya.
